Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat tidak adanya kejadian bencana maupun kondisi kedaruratan yang signifikan selama periode pemantauan tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Kondisi wilayah Kabupaten Pasuruan secara umum terpantau aman dan kondusif berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Pasuruan.
Selama tiga hari pemantauan tersebut, tidak terdapat laporan kejadian banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran, maupun bencana lainnya. Selain itu, hasil pemantauan titik panas (hotspot) melalui sistem SiPongi juga menunjukkan nihil titik panas di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Dari aspek vulkanologi, aktivitas Gunung Bromo masih berada pada status Waspada (Level II), sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berstatus Normal (Level I). Meski demikian, tidak ditemukan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat mengancam masyarakat selama periode pelaporan.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi dari BMKG. Meskipun sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gempol, Beji, dan Bangil.
Selain itu, kondisi perairan Pasuruan terpantau relatif aman dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,30 hingga 0,80 meter atau masuk kategori tenang hingga rendah. Tidak terdapat peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas nelayan maupun masyarakat pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu meskipun situasi kebencanaan saat ini masih terkendali.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat, terutama potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana agar dapat segera ditangani," ujar Sugeng Hariyadi.
BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, aktivitas gunung api, serta potensi ancaman bencana lainnya melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) guna memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Dengan kondisi yang relatif aman saat ini, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan budaya sadar bencana sebagai upaya bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang tangguh terhadap bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini