PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan Pastikan Kondisi Kebencanaan Relatif Kondusif, Kekeringan Jadi Perhatian Utama

BPBD Kabupaten Pasuruan Pastikan Kondisi Kebencanaan Relatif Kondusif, Kekeringan Jadi Perhatian Utama

PASURUAN - Situasi kebencanaan di Kabupaten Pasuruan selama periode Selasa, 18 Agustus 2026 hingga Rabu, 19 Agustus 2026 secara umum terpantau relatif kondusif. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasuruan, tidak terdapat kejadian bencana baru yang signifikan selama periode pemantauan.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana, khususnya kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, serta potensi kebakaran permukiman yang dapat meningkat selama musim kemarau.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi kekeringan di Kecamatan Pasrepan. Berdasarkan laporan Pusdalops, kekeringan berdampak pada 416 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Desa Sibon, Dusun Karangpocok sebanyak 326 KK, dan Desa Petung, Dusun Precet sebanyak 90 KK.

Kondisi tersebut terjadi akibat puncak musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air bersih masyarakat mulai berkurang. Sebagai langkah penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan distribusi air bersih sebanyak empat ritase bersama perangkat setempat.

BPBD menilai penanganan kekeringan tidak cukup hanya melalui distribusi air bersih. Pemantauan perkembangan kebutuhan masyarakat, ketersediaan sumber air, serta pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kekeringan menjadi perhatian karena dampaknya langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Kami terus melakukan pemantauan dan respons sesuai perkembangan di lapangan, termasuk distribusi air bersih kepada wilayah yang membutuhkan,” demikian arah penanganan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Selain kekeringan, laporan Pusdalops juga mencatat kejadian kebakaran kendaraan di Dusun Putuk Barat RT 001/RW 005, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, pada Senin, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 23.15 WIB. Kebakaran terjadi pada sebuah mobil Kijang LGX yang berada di teras rumah dan menyebabkan sebagian atap teras ikut terbakar. Kendaraan mengalami kerusakan sekitar 80 persen, sementara tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kejadian tersebut menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau. Pemeriksaan instalasi kelistrikan kendaraan, sumber api, serta kesiapan alat pemadam api ringan (APAR) menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Tidak Ada Hotspot, Kewaspadaan Karhutla Tetap Ditingkatkan

Dari hasil pemantauan titik panas menggunakan sensor satelit MODIS Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20, tidak terpantau adanya hotspot di wilayah Kabupaten Pasuruan pada periode 18-19 Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi indikator positif. Namun, BPBD tetap meminta seluruh unsur terkait dan masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan karena kondisi kemarau dapat meningkatkan kerentanan lahan dan vegetasi terhadap kebakaran.

Pemantauan lapangan tetap diperlukan sebagai pelengkap informasi satelit, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Gunung Bromo Tetap Berstatus Waspada

Sementara itu, pemantauan gunung api menunjukkan Gunung Bromo masih berstatus Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal. Dalam laporan periode tersebut tidak terdapat peningkatan aktivitas vulkanisme yang dilaporkan.

BPBD Kabupaten Pasuruan tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Bromo serta tidak mengabaikan ketentuan keselamatan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Cuaca Relatif Kondusif

Dari sisi cuaca, tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode pemantauan. Prakiraan cuaca 19-21 Agustus 2026 secara umum menunjukkan kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar antara 20-31 derajat Celsius.

Kondisi perairan Pasuruan juga relatif aman dengan tinggi gelombang sekitar 0,50-0,90 meter yang masuk kategori tenang hingga rendah, serta tidak terdapat peringatan dini gelombang tinggi.

BPBD Kabupaten Pasuruan melalui Pusdalops terus melakukan pemantauan selama 24 jam melalui jejaring komunikasi, informasi masyarakat, perangkat wilayah, serta pemantauan berbagai sumber informasi kebencanaan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada meskipun kondisi secara umum kondusif. Musim kemarau masih berlangsung, sehingga kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran harus tetap dijaga. Apabila masyarakat menemukan kondisi darurat atau potensi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, relawan, maupun BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas BPBD Kabupaten Pasuruan.

BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus dibangun melalui pencegahan, pemantauan, deteksi dini, dan respons cepat. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, relawan, dan seluruh unsur terkait, risiko bencana di Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat ditekan dan dampaknya dapat diminimalkan.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini