PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan: Situasi Kebencanaan Kondusif, Karhutla Bromo-Tosari Tetap Jadi Perhatian

BPBD Kabupaten Pasuruan: Situasi Kebencanaan Kondusif, Karhutla Bromo-Tosari Tetap Jadi Perhatian

PASURUAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan secara umum masih kondusif hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan, tidak terdapat kejadian bencana maupun kejadian lain yang dilaporkan pada periode Senin, 17 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap memberikan perhatian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di kawasan Bromo, Kecamatan Tosari. Sebelumnya, pada 8 Agustus 2026 pukul 13.10 WIB, dilaporkan terjadi Karhutla di wilayah Dingklik dan Pusung Duwur.

Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan koordinasi dengan pimpinan, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Trantib Tosari. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga melakukan upaya pembasahan di lokasi terdampak.

Hotspot Nihil, Pemantauan Tetap Dilakukan

Hasil pemantauan titik panas melalui sensor satelit MODIS Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20 pada 16 Agustus 2026 menunjukkan tidak terdapat titik panas yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kondisi yang sama juga tercatat pada pemantauan periode 17-18 Agustus 2026.
Meski hotspot satelit nihil, BPBD tetap meminta agar kondisi kawasan Bromo dan Tosari dipantau secara berkelanjutan. Pemantauan lapangan tetap penting mengingat kawasan tersebut sebelumnya mengalami kejadian Karhutla.

Gunung Bromo Masih Level II Waspada

Selain Karhutla, BPBD juga terus memonitor perkembangan aktivitas gunung api. Dalam laporan terbaru, Gunung Bromo masih berstatus Waspada atau Level II, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada status Normal atau Level I. Tidak terdapat laporan peningkatan aktivitas vulkanisme pada periode pemantauan.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk mempertahankan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah Kecamatan Tosari dan kawasan yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas Gunung Bromo.

Cuaca Cerah, Potensi Karhutla Tetap Diantisipasi

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi Kabupaten Pasuruan pada 18-20 Agustus 2026 diperkirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Suhu diperkirakan berada pada kisaran 20-32 derajat Celsius.

Tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir maupun angin kencang pada periode laporan. Namun, kondisi cuaca yang cenderung cerah dan suhu yang relatif tinggi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama di kawasan pegunungan.

BPBD Perkuat Kesiapsiagaan dan Koordinasi

BPBD Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan fungsi Pusdalops sebagai pusat pemantauan dan informasi kebencanaan. Pemantauan dilakukan melalui komunikasi radio maupun kanal informasi yang digunakan BPBD untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., menegaskan bahwa kondisi kondusif tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.

“Kami bersyukur kondisi Kabupaten Pasuruan secara umum kondusif dan pada periode pemantauan terbaru tidak terdapat kejadian bencana. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga, khususnya di kawasan Bromo dan Tosari yang sebelumnya mengalami Karhutla,” ujarnya.

Menurutnya, nihilnya titik panas berdasarkan pemantauan satelit merupakan informasi positif, tetapi tetap perlu diperkuat dengan pemantauan lapangan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan TNBTS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan dan unsur terkait. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering,” tambahnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api maupun indikasi kebakaran lahan. Kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api berkembang dan meluas.

Prioritas Pengawasan

Untuk beberapa hari ke depan, BPBD Kabupaten Pasuruan memprioritaskan pengawasan terhadap Karhutla kawasan Bromo-Tosari, perkembangan aktivitas Gunung Bromo, serta potensi kekeringan. Sementara itu, berdasarkan laporan terbaru, kondisi gelombang laut di perairan Pasuruan berada pada kategori tenang hingga rendah dengan tinggi gelombang sekitar 0,50-0,60 meter dan tidak terdapat peringatan dini gelombang tinggi.

BPBD mengajak seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Kondisi kebencanaan yang aman harus terus dipertahankan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan dan seluruh unsur terkait.

“Kondusif bukan berarti lengah. Kesiapsiagaan harus tetap berjalan, karena pencegahan dan deteksi dini jauh lebih efektif daripada penanganan setelah bencana terjadi,” tegas Sugeng Hariyadi.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini