PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Karhutla Bromo Masih Berlangsung, BPBD Pasuruan Perkuat Pemantauan dan Penanganan di Wilayah Tosari

Karhutla Bromo Masih Berlangsung, BPBD Pasuruan Perkuat Pemantauan dan Penanganan di Wilayah Tosari

PASURUAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Kamis, 13 Agustus 2026, masih berlangsung dan belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena sejumlah titik kebakaran berada di kawasan Bromo wilayah Kecamatan Tosari.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasuruan, kejadian kebakaran lahan telah dilaporkan sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 13.10 WIB. Dalam perkembangan pemantauan, sejumlah lokasi di wilayah Bromo yang menjadi perhatian antara lain Bukit Kedaluh, Pacis Bincil, Bukit Cinta, Bungal dan Seruni Point.

Pada pemantauan shift malam hingga Kamis pagi, BPBD kembali mencatat kawasan Bungal dan Seruni Point sebagai lokasi yang perlu mendapatkan perhatian. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan assessment dan penanganan dengan berkoordinasi bersama pihak TNBTS dan Trantib Kecamatan Tosari.

Api Masih Menjadi Ancaman

Kondisi kebakaran Bromo saat ini menunjukkan bahwa penanganan belum dapat dinyatakan selesai. Informasi terbaru pada Kamis, 13 Agustus 2026, juga menyebut kebakaran masih berlangsung dan pergerakan api telah menyebabkan penutupan sementara Puncak Seruni Point demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Karhutla yang berlangsung di kawasan TNBTS juga dilaporkan telah berdampak pada area yang cukup luas. Laporan terbaru menyebut luasan area terdampak telah mencapai sekitar 940 hektare, sehingga penanganan membutuhkan sinergi lintas wilayah dan lintas instansi.

Kondisi medan kawasan Bromo yang berada di wilayah pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Sebelumnya, BNPB menyebut sejumlah titik api berada pada medan dengan kemiringan sangat curam sehingga tidak seluruh lokasi dapat dijangkau secara aman oleh personel darat.

Hotspot Satelit Nihil Bukan Berarti Api Padam

Dalam laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan, hasil pemantauan sensor MODIS dari satelit Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20 pada periode 12 Agustus 2026 hingga 13 Agustus 2026 menunjukkan hotspot nihil di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa kebakaran telah selesai.

Data satelit merupakan data pendukung, sedangkan kondisi faktual di lapangan menjadi dasar utama dalam menentukan status penanganan. Karena itu, BPBD tetap melakukan monitoring dan assessment secara langsung bersama unsur terkait.

Gunung Bromo Masih Level II Waspada

Situasi karhutla juga perlu dilihat bersamaan dengan status aktivitas Gunung Bromo yang saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Sementara Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal dan tidak terdapat laporan peningkatan aktivitas vulkanisme selama periode pemantauan.

Dengan kondisi tersebut, kawasan Tosari menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi. Pemantauan tidak hanya diarahkan pada perkembangan api, tetapi juga arah penjalaran, kondisi vegetasi, arah angin, akses menuju lokasi, keselamatan petugas serta potensi dampak terhadap aktivitas masyarakat.

BPBD Pasuruan Perkuat Koordinasi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., menegaskan bahwa penanganan karhutla Bromo membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

“Kondisi kebakaran di kawasan Bromo sampai saat ini masih menjadi perhatian serius kami. Kami terus melakukan pemantauan dan assessment di wilayah Tosari serta memperkuat koordinasi dengan TNBTS, Trantib, relawan dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan.”

Menurutnya, BPBD tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga memastikan keselamatan personel dan masyarakat serta mencegah api semakin meluas.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran dan mengikuti arahan petugas. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas. Apabila masyarakat melihat asap atau titik api baru, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin.”

Cuaca Cerah, Potensi Karhutla Tetap Harus Diwaspadai

Prakiraan cuaca Kamis, 13 Agustus 2026 menunjukkan kondisi cerah pada pagi hingga siang dan cerah pada sore, dengan kondisi cerah berawan pada malam hari. Suhu diprakirakan berada pada kisaran 20-29 derajat Celsius.

Kondisi cuaca yang relatif cerah dan minim hujan menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan karhutla. Vegetasi yang kering dapat menjadi bahan bakar yang mempercepat penjalaran api, terlebih di kawasan pegunungan yang memiliki medan sulit dan dipengaruhi kondisi angin.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, membuat api unggun tanpa pengawasan, maupun melakukan pembakaran terbuka.

PUSDALOPS Siaga 24 Jam

BPBD Kabupaten Pasuruan melalui Pusdalops-PB terus melaksanakan monitoring selama 24 jam. Komunikasi dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat segera diterima dan diteruskan kepada unsur penanganan di lapangan.

Dengan kondisi karhutla yang masih berlangsung, BPBD Kabupaten Pasuruan menempatkan kawasan Bromo/Tosari sebagai salah satu prioritas pemantauan dan penanganan.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari BPBD, TNBTS, BNPB, pemerintah daerah dan instansi terkait.

Kondisi Bromo saat ini bukan dinyatakan sudah padam, melainkan masih dalam proses penanganan dan pemantauan intensif sampai seluruh titik api benar-benar berhasil dikendalikan.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini