PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem, Dua Kejadian Tercatat Selama 15–17 Mei 2026

BPBD Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem, Dua Kejadian Tercatat Selama 15–17 Mei 2026

BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode 15 hingga 17 Mei 2026 secara umum masih dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.


Berdasarkan laporan harian Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan, sebagian besar wilayah tidak mengalami kejadian bencana signifikan. Namun pada Sabtu, 16 Mei 2026, tercatat dua kejadian yang memerlukan penanganan dan pemantauan petugas.


Kejadian pertama berupa cuaca ekstrem di Dusun Parasgempal, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok. Angin kencang yang terjadi saat hujan lebat mengakibatkan tembok rumah milik warga bernama Nur Hasan mengalami kerusakan. Faktor kondisi bangunan yang sudah rapuh diduga turut memperparah dampak kerusakan.


Selain itu, musibah kebakaran rumah juga terjadi di Dusun Karangsentul, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menyebabkan bagian atap rumah warga mengalami kerusakan. Dalam kedua kejadian tersebut dilaporkan tidak terdapat korban jiwa.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, SE, MM. mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini.


“Cuaca saat ini masih cukup dinamis. Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pohon tumbang, bangunan rapuh, dan instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.


BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan cuaca, aktivitas gunung api, serta kondisi wilayah rawan bencana melalui Pusdalops selama 24 jam penuh. Berdasarkan pemantauan, status Gunung Bromo masih berada pada level Waspada (Level II), sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada status Normal (Level I).


Sementara itu, hasil pemantauan hotspot dari sistem SiPongi+ menunjukkan nihil titik panas di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode laporan. Kondisi gelombang laut di perairan Pasuruan juga berada pada kategori tenang hingga rendah sehingga aktivitas masyarakat pesisir masih relatif aman.


BPBD Kabupaten Pasuruan mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau informasi resmi kebencanaan dan cuaca dari pemerintah serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini