PASURUAN - Kondisi kebencanaan di Kabupaten Pasuruan selama periode Kamis, 20 Agustus 2026 hingga Jumat, 21 Agustus 2026 secara umum masih terkendali. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasuruan, tidak terdapat kejadian bencana pada shift pagi, namun pada malam hari terjadi pohon tumbang di Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, yang mengakibatkan seorang warga mengalami luka.
Kejadian tersebut dilaporkan pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Pohon tumbang terjadi ketika korban bernama Rita sedang berboncengan dengan suaminya melintas di lokasi. Batang pohon mengenai bagian kepala belakang korban. Rita kemudian dibawa ke UGD Puskesmas Lekok untuk mendapatkan penanganan medis dan mendapat lima jahitan serta menjalani observasi.
Menurut laporan Pusdalops, pohon tumbang tersebut terjadi karena kondisi pohon yang sudah rapuh dan membahayakan pengguna jalan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan kemudian diberangkatkan untuk melakukan penanganan di lokasi setelah kejadian dilaporkan melalui Call Center 112.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya yang berasal dari lingkungan sekitar, meskipun kondisi cuaca sedang relatif cerah.
âKejadian di Lekok menjadi pengingat bahwa potensi bencana tidak selalu diawali oleh cuaca ekstrem. Pohon yang sudah rapuh, tua, atau berada di lokasi yang membahayakan pengguna jalan juga dapat menjadi ancaman keselamatan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang,â ujar Sugeng Hariyadi.
Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan terutama terhadap pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan, dekat permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
âLangkah pencegahan jauh lebih penting. Jika ada pohon yang terlihat lapuk, miring, atau memiliki cabang besar yang berpotensi jatuh, segera laporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, atau melalui kanal layanan darurat agar dapat ditindaklanjuti,â lanjutnya.
Bangunan Lapuk Juga Perlu Diwaspadai
Selain pohon tumbang di Lekok, laporan Pusdalops juga mencatat kondisi bangunan rumah yang mengalami kerusakan di Dusun Plugon, Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek.
Bagian belakang rumah atau dapur dilaporkan ambruk. Berdasarkan hasil survei, kerusakan disebabkan pelapukan kayu penyangga atap. Tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut karena penghuni berada di bagian depan rumah saat bagian belakang bangunan roboh.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerentanan bangunan juga perlu menjadi perhatian dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat.
BPBD mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang sudah berusia lama, khususnya yang menggunakan struktur kayu dan menunjukkan tanda-tanda pelapukan atau kerusakan.
Bromo Tetap Level II Waspada
Sementara itu, pemantauan gunung api menunjukkan Gunung Bromo masih berada pada status Waspada Level II, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada status Normal Level I. Selama periode pemantauan tidak terdapat peningkatan aktivitas vulkanisme yang dilaporkan.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga mencatat tidak terdapat titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Pasuruan berdasarkan pemantauan satelit MODIS Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20 melalui Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi+.
Kondisi cuaca Kabupaten Pasuruan untuk 21-23 Agustus 2026 diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar 20-31 derajat Celsius. Tidak terdapat peringatan dini cuaca selama periode laporan.
BPBD Perkuat Mitigasi Preventif
Sugeng menegaskan bahwa kondisi kebencanaan yang relatif kondusif tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Menurutnya, mitigasi harus dilakukan sebelum kejadian terjadi.
âKami terus menguatkan pendekatan mitigasi dan pencegahan. Pusdalops tidak hanya berfungsi menerima laporan ketika kejadian terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemantauan risiko. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini,â jelasnya.
BPBD juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya kenali risikonya, kurangi risikonya, dan laporkan potensi bahayanya. Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait, potensi kejadian dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terlindungi.
âYang paling penting adalah jangan menunggu sampai terjadi korban. Setiap potensi bahaya yang ditemukan di lingkungan harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama,â pungkasnya.
Dengan kondisi cuaca yang relatif kondusif dan nihilnya hotspot, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap mempertahankan pemantauan terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk pohon rawan tumbang, bangunan rentan, aktivitas Gunung Bromo, serta perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Komentar (0)