BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Sejumlah Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem - Kabupaten Pasuruan

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Sejumlah Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

23x dibaca    2026-05-21 12:00:00    Administrator

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Sejumlah Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 hingga Kamis, 21 Mei 2026. Kejadian tersebut didominasi banjir genangan, rumah rusak akibat cuaca ekstrem, tanah longsor, dan TPT ambrol yang dipicu hujan deras disertai angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan.

Banjir genangan menjadi kejadian paling menonjol akibat meluapnya DAS Welang setelah hujan lebat mengguyur wilayah hulu selama kurang lebih dua jam. Dampak banjir terjadi di Kecamatan Pohjentrek dan Kecamatan Kraton. Di Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek, banjir sempat menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai 60 hingga 100 sentimeter setelah sandbag penahan air jebol akibat tingginya debit sungai.


Sementara itu di Kecamatan Kraton, genangan terjadi di beberapa dusun di Desa Tambakrejo, Pulokerto, dan Sidogiri. Pada pembaruan kondisi Kamis pagi, sebagian wilayah telah surut, namun genangan masih terjadi di Dusun Batoan dan Dusun Pulodowo dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 70 sentimeter dan berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Rembang, dan Kraton. Kerusakan meliputi robohnya tembok rumah, kerusakan atap, hingga ambruknya sebagian bangunan akibat hujan deras dan angin kencang. Beruntung dalam seluruh kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

BPBD juga menerima laporan kejadian tanah longsor di Dusun Sumbersuko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol. Longsoran dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi 2 meter menyebabkan sebagian bahu jalan terdampak material longsor.

Di sisi lain, beberapa titik tembok penahan tanah (TPT) ambrol juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Pandaan dan Pohjentrek akibat derasnya aliran air hujan yang mengikis struktur tanah dan saluran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., menyampaikan bahwa seluruh personel BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak.

"BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang. Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diharapkan segera melapor kepada perangkat desa maupun BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor bersama kecamatan, perangkat desa, relawan, dan instansi terkait terus diperkuat untuk mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat.


Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Kabupaten Pasuruan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, pohon tumbang, maupun kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem. 

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini