PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan Catat Dua Kejadian Bencana Hidrometeorologi Selama 23–24 Mei 2026

BPBD Kabupaten Pasuruan Catat Dua Kejadian Bencana Hidrometeorologi Selama 23–24 Mei 2026

BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan dua kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode 23 hingga 24 Mei 2026. Kejadian tersebut berupa tanah longsor di Kecamatan Pandaan dan cuaca ekstrem di Kecamatan Gondangwetan akibat pengaruh cuaca tidak menentu dan intensitas hujan tinggi.


Kejadian pertama terjadi di Desa Wringinanom, Kecamatan Pandaan pada Jumat malam, 22 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan lebat menyebabkan debit air sungai meningkat hingga menggerus pinggiran sungai. Kondisi tersebut mengakibatkan rumpun bambu tumbang dan menimpa rumah warga milik Sutinah.

Akibat kejadian itu, bagian tembok dapur rumah mengalami kerusakan. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan bersama pihak terkait.

Sementara itu, pada Sabtu sore, 23 Mei 2026 sekitar pukul 17.54 WIB, cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda Desa Brambang Timur, Kecamatan Gondangwetan. Dampaknya, rumah warga milik Urifah mengalami kerusakan pada bagian atap ruang tamu dan teras rumah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba di Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, khususnya di wilayah pegunungan dan dataran tinggi seperti Tutur, Puspo, Tosari, Pasrepan, Lumbang, serta beberapa kecamatan lainnya.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng tebing, maupun rumah dengan kondisi bangunan yang rentan.

BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan personel guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini