PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Dua Kebakaran Lahan, Kondisi Wilayah Tetap Kondusif

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Dua Kebakaran Lahan, Kondisi Wilayah Tetap Kondusif

Pasuruan, 16 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) melaporkan bahwa kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode Rabu, 15 Juli 2026 hingga Kamis, 16 Juli 2026 secara umum dalam keadaan aman dan terkendali. Meskipun demikian, pada siang hari Rabu terjadi dua peristiwa kebakaran lahan yang berhasil ditangani dengan cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait.

Kejadian pertama terjadi di Dusun Sukoreno, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan sekitar pukul 14.32 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan tebu seluas kurang lebih 0,76 hektare tanpa menimbulkan korban jiwa. Selang beberapa menit kemudian, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, tepatnya di sekitar gardu induk. Kedua kejadian segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pengerahan Tim Reaksi Cepat BPBD untuk melakukan asesmen serta penanganan di lokasi.

Memasuki periode pemantauan malam hingga pagi hari, BPBD memastikan tidak terdapat kejadian bencana maupun kejadian lain yang menonjol di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini menunjukkan situasi telah kembali kondusif setelah penanganan kebakaran lahan pada siang hari.

Berdasarkan pemantauan meteorologi, cuaca di Kabupaten Pasuruan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem. Seluruh daerah aliran sungai (DAS) juga berada pada kondisi normal, sehingga potensi banjir maupun luapan sungai relatif rendah. Namun demikian, cuaca cerah yang berlangsung cukup lama berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan akibat menurunnya kelembapan vegetasi.

Di sektor vulkanologi, aktivitas Gunung Bromo masih berada pada Status Level II (Waspada), sedangkan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang tetap berada pada Status Level I (Normal). Sementara itu, hasil pemantauan satelit tidak menunjukkan adanya titik panas (hotspot) maupun peringatan dini gelombang tinggi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.

"Meskipun kondisi cuaca relatif cerah dan situasi kebencanaan terkendali, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di area perkebunan, lahan kosong maupun semak belukar. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian melalui Call Center 112 maupun Pusdalops BPBD sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan," ujar Sugeng Hariyadi.

BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, aktivitas gunung api, serta potensi kebencanaan lainnya selama 24 jam melalui Pusdalops-PB guna memastikan kesiapsiagaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini