PASURUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus memperkuat upaya penanganan dampak musim kemarau yang mulai menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan pada 12 September 2026, kejadian kekeringan dilaporkan terjadi di lima kecamatan, yakni Gempol, Kejayan, Winongan, Pasrepan, dan Lumbang.
Kondisi tersebut terjadi seiring puncak musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air bersih masyarakat mulai berkurang. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan distribusi air bersih ke sejumlah lokasi terdampak.
Di Kecamatan Gempol, distribusi air bersih dilakukan di Desa Bulusari, Dusun Jurang Pelen, dengan jumlah terdampak yang tercatat sebanyak 354 KK. TRC BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 2 ritase.
Sementara di Kecamatan Kejayan, kekeringan dilaporkan terjadi di Desa Kedungpengaron, Dusun Krikilan dan Dusun Dawuhan. Pada Dusun Krikilan tercatat sebanyak 127 KK terdampak, sedangkan data jumlah KK terdampak di Dusun Dawuhan masih dalam proses pendataan. Di wilayah tersebut, TRC juga melakukan distribusi air bersih sebanyak 2 ritase.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Winongan, tepatnya Desa Kedungrejo Dusun Krajan 5. Sebanyak 50 KK tercatat terdampak dan mendapatkan dukungan distribusi air bersih sebanyak 2 ritase.
Pasrepan dan Lumbang Menjadi Wilayah Prioritas
Kecamatan Pasrepan menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian karena kekeringan terjadi di beberapa lokasi. Berdasarkan laporan Pusdalops, lokasi terdampak meliputi Desa Sibon Dusun Karangpocok, Desa Ngantungan Dusun Krajan Barat dan Krajan Timur, serta Desa Petung Dusun Tegalrejo dan Tegal Anyar.
Jumlah warga terdampak yang tercatat mencapai sedikitnya 673 KK, dengan distribusi air bersih sebanyak 6 ritase. Beberapa data lokasi masih memerlukan pemutakhiran untuk memastikan jumlah terdampak secara keseluruhan.
Sementara itu, Kecamatan Lumbang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar. Kekeringan dilaporkan terjadi di Desa Pancur Dusun Watubiting, Desa Karangjati Dusun Krajan Timur dan Jatisari, serta Desa Watulumbung Dusun Krajan.
Berdasarkan data yang telah terisi, sedikitnya 931 KK terdampak di wilayah Lumbang. TRC BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 6 ritase. Data jumlah KK terdampak di Desa Watulumbung masih perlu dilengkapi melalui proses validasi lapangan.
Secara keseluruhan, berdasarkan angka terdampak yang telah tercatat dalam laporan, sedikitnya 2.135 KK tersebar di lima kecamatan mengalami dampak kekurangan air bersih. Angka tersebut masih bersifat sementara karena terdapat sejumlah data yang masih dalam proses validasi dan terdapat lokasi yang perlu dipastikan agar tidak terjadi penghitungan ganda.
Kalaksa: Distribusi Air Bersih Dilakukan Secara Bertahap
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
âBPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Distribusi air kami lakukan secara bertahap berdasarkan laporan dan hasil asesmen di lapangan, dengan tetap memperhatikan tingkat kebutuhan masyarakat,â ujar Sugeng Hariyadi.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui dropping air bersih, tetapi juga perlu disertai dengan pemutakhiran data dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air secara berkelanjutan.
âKami tidak ingin penanganan hanya bersifat sesaat. Data jumlah KK, sebaran dusun, kondisi sumber air, serta kebutuhan harian harus terus diperbarui. Dengan data yang akurat, penanganan bisa lebih tepat sasaran dan distribusi air dapat diprioritaskan kepada wilayah yang paling membutuhkan,â jelasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila kondisi sumber air masyarakat semakin menurun.
Kebakaran Rumah dan Angin Kencang
Selain kekeringan, Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan juga menerima laporan kejadian lain selama periode 12 September 2026.
Di Kecamatan Purwodadi, terjadi kebakaran rumah di Dusun Kandangsari, Desa Capang, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Berdasarkan laporan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.20 WIB dari bagian belakang warung atau area dapur panti pijat.
Api kemudian cepat membesar karena sebagian material bangunan bersifat semi permanen. Warga segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran terdekat. Sekitar pukul 00.50 WIB, satu unit armada pemadam tiba di lokasi dan melakukan lokalisasi agar api tidak merembet ke permukiman sekitar.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.25 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih tersisa. Dampak yang dilaporkan berupa rumah terbakar, sedangkan data kerugian masih menunggu hasil asesmen.
Sementara itu, pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB, kejadian angin kencang terjadi di Dusun Krajan, Desa Petung, Kecamatan Pasrepan. Fenomena angin kencang menyebabkan pohon Pete tumbang dan menimpa rumah warga.
Akibat kejadian tersebut, tercatat 1 rumah mengalami rusak parah dan 2 rumah mengalami rusak sedang. BPBD melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dan asesmen kondisi di lapangan.
Sugeng mengatakan, meskipun kekeringan menjadi kejadian yang paling dominan pada periode tersebut, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
âKondisi cuaca dapat berubah dan kejadian bencana bisa bersifat lokal. Karena itu, masyarakat tetap harus waspada terhadap pohon yang berpotensi tumbang, kondisi bangunan, kebakaran, maupun kejadian lainnya. Segera laporkan apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan,â tambahnya.
Pantauan Gunung Api dan Titik Panas
Dari hasil pemantauan Pusdalops, Gunung Bromo masih berada pada status Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal. Tidak terdapat laporan peningkatan aktivitas vulkanisme selama periode pemantauan.
Pemantauan titik panas berdasarkan sensor satelit MODIS dari Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20 juga menunjukkan nihil titik panas di wilayah Kabupaten Pasuruan pada periode laporan.
Untuk kondisi cuaca, tidak terdapat peringatan dini cuaca yang berlaku khusus untuk wilayah Kabupaten Pasuruan pada periode pelaporan. Prakiraan cuaca 12-14 September 2026 secara umum didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu sekitar 20-31 derajat Celsius.
BPBD Perkuat Monitoring dan Respons
Dengan kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan monitoring perkembangan kekeringan, khususnya di wilayah dengan jumlah terdampak cukup besar seperti Lumbang dan Pasrepan.
Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam penanganan agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara efektif dan tidak terjadi duplikasi data. Selain itu, BPBD juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TRC, serta unsur terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat di lapangan.
âYang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. BPBD akan terus melakukan koordinasi dan mengambil langkah sesuai perkembangan kondisi di lapangan,â pungkas Sugeng Hariyadi.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran pada musim kemarau, serta segera menyampaikan informasi kepada pemerintah desa atau BPBD apabila membutuhkan penanganan kebencanaan.
Komentar (0)