PASURUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan periode Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, kondisi kebencanaan secara umum relatif kondusif dan tidak terdapat kejadian bencana baru pada shift malam. Namun, kekeringan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Lumbang.
Kekeringan dilaporkan terjadi di Dusun Ketondo Desa Karangjati, Dusun Krajan 3 Desa Watu Lumbung, Dusun Krajan Desa Watu Lumbung, serta Dusun Krajan Timur Desa Karangjati. Kondisi tersebut dipicu oleh awal musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air bersih mulai berkurang.
Berdasarkan laporan lapangan, jumlah masyarakat yang terdampak tercatat sebanyak 1.148 KK pada empat titik lokasi. Rinciannya, 341 KK di Dusun Ketondo Desa Karangjati, 170 KK di Dusun Krajan 3 Desa Watu Lumbung, 170 KK di Dusun Krajan Desa Watu Lumbung, serta 467 KK di Dusun Krajan Timur Desa Karangjati.
Sebagai langkah penanganan awal, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan distribusi air bersih sebanyak empat ritase untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
BPBD Perkuat Monitoring
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, SE., MM. menegaskan bahwa kondisi kekeringan akan terus dipantau, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih.
âKami terus melakukan monitoring terhadap wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih. Distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi kami juga melakukan pemantauan agar dapat mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan wilayah lain yang berpotensi terdampak,â ujar Sugeng.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui dropping air, tetapi juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, perangkat wilayah, serta masyarakat untuk memastikan kebutuhan air dapat dipenuhi secara tepat sasaran.
âKami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Apabila mengalami kesulitan air bersih, segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kecamatan agar dapat diteruskan kepada BPBD untuk mendapatkan penanganan,â tambahnya.
Kondisi Cuaca Cenderung Cerah
Di sisi lain, hasil pemantauan menunjukkan kondisi cuaca Kabupaten Pasuruan cenderung cerah. Prakiraan cuaca pada 7 Agustus 2026 menunjukkan kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu sekitar 21-30 derajat Celsius. Tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Pasuruan pada periode laporan.
Kondisi aliran sungai juga masih terpantau normal, meliputi DAS Wrati, DAS Kedunglarangan, DAS Rejoso, DAS Welang, DAS Petung dan DAS Lawean.
Sementara itu, pemantauan titik panas melalui satelit MODIS Terra/Aqua, SNPP dan NOAA-20 menunjukkan nihil titik panas di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Gunung Bromo Tetap Level II
Untuk aktivitas gunung api, Gunung Bromo masih berada pada Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal. Tidak terdapat laporan peningkatan aktivitas vulkanisme selama periode pemantauan.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Secara umum, situasi kebencanaan Kabupaten Pasuruan masih terkendali. Namun, dengan kondisi cuaca yang relatif cerah dan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah, kekeringan menjadi salah satu risiko yang perlu mendapatkan perhatian serius memasuki periode musim kemarau.
BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan pemantauan wilayah, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa, serta menyiapkan langkah penanganan apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
Komentar (0)