PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Pasuruan Salurkan 18 Ritase Air Bersih untuk 2.810 KK Terdampak

Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Pasuruan Salurkan 18 Ritase Air Bersih untuk 2.810 KK Terdampak

PASURUAN - Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus memperkuat penanganan kekeringan di sejumlah wilayah. Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan pada Senin, 21 September 2026, kekeringan secara kumulatif tercatat berdampak terhadap 2.810 KK yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kejayan, Winongan, Pasrepan dan Lumbang.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan bersama perangkat setempat telah melakukan distribusi 18 ritase air bersih ke sejumlah lokasi terdampak. Distribusi tersebut terdiri atas 2 ritase di Kecamatan Kejayan, 2 ritase di Kecamatan Winongan, 8 ritase di Kecamatan Pasrepan dan 6 ritase di Kecamatan Lumbang.

2.810 KK Terdampak, Pasrepan dan Lumbang Jadi Perhatian

Berdasarkan akumulasi angka KK yang tercantum dalam laporan, Kecamatan Kejayan tercatat 230 KK, Kecamatan Winongan 133 KK, Kecamatan Pasrepan 1.037 KK, dan Kecamatan Lumbang 1.410 KK.

Dengan demikian, total kumulatif berdasarkan pencatatan lokasi dalam LAPHAR mencapai 2.810 KK.

Di Kecamatan Kejayan, kekeringan terjadi di Desa Kedungpengaron, Dusun Krikilan dengan jumlah terdampak 230 KK. BPBD melakukan distribusi air bersih sebanyak 2 ritase untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Di Kecamatan Winongan, kekeringan tercatat terjadi di Desa Kedungrejo, yakni Dusun Krajan 2 sebanyak 33 KK dan Dusun Krajan 1 sebanyak 100 KK. Penanganan dilakukan dengan distribusi sebanyak 2 ritase air bersih.

Sementara itu, Kecamatan Pasrepan mencatat sebaran lokasi kekeringan yang cukup luas, meliputi Desa Petung, Sibon, Klakah dan Ngantungan. Berdasarkan angka KK yang tercantum dalam laporan, akumulasi terdampak di wilayah ini mencapai 1.037 KK, dengan distribusi air bersih sebanyak 8 ritase.

Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan akumulasi angka KK terdampak terbesar dalam laporan, yakni 1.410 KK. Kekeringan tercatat di sejumlah lokasi Desa Karangjati, Watulumbung dan Pancur. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD menyalurkan 6 ritase air bersih.

“Kondisi kekeringan harus kita respons dengan cepat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih. Data kumulatif yang tercatat mencapai 2.810 KK menjadi perhatian kami untuk memastikan penanganan di lapangan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM.

Menurut Sugeng, distribusi air bersih merupakan bagian dari respons tanggap terhadap dampak kekeringan, sementara pemantauan kondisi di lapangan tetap dilakukan untuk melihat perkembangan kebutuhan masyarakat.

“BPBD terus berkoordinasi dengan TRC, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan unsur terkait. Kami tidak hanya melihat jumlah KK terdampak, tetapi juga perkembangan ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. Dengan demikian, distribusi berikutnya dapat diarahkan secara tepat sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Air

Menghadapi kondisi kemarau, BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air. Gunakan air seperlunya, hindari pemborosan dan jaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa dan masyarakat,” tambah Sugeng.

Menurut laporan Pusdalops, seluruh kejadian kekeringan tersebut berkaitan dengan puncak musim kemarau yang mengakibatkan ketersediaan air bersih mulai berkurang. Tidak terdapat kerusakan maupun kerugian material yang dilaporkan dari kejadian tersebut.

Shift Malam Nihil Kejadian Bencana

Pada periode pemantauan berikutnya, Senin 21 September 2026 pukul 19.00 WIB hingga Selasa 22 September 2026 pukul 07.00 WIB, Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat nihil kejadian bencana maupun kejadian lain-lain.

Kondisi cuaca juga relatif kondusif. Tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Pasuruan pada periode tersebut. Prakiraan cuaca tanggal 22-24 September 2026 menunjukkan kondisi yang didominasi cerah hingga berawan dengan suhu sekitar 22-31°C.

Meski tidak terdapat kejadian baru pada shift malam, BPBD tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan karena kekeringan merupakan bencana yang berkembang secara bertahap dan dapat meningkatkan kebutuhan air bersih apabila kondisi musim kemarau berlangsung.

Pemantauan Gunung Api dan Karhutla Tetap Dilakukan

Selain kekeringan, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap melakukan pemantauan terhadap ancaman bencana lainnya.

Dalam laporan Pusdalops, Gunung Bromo berada pada Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal. Tidak terdapat peningkatan aktivitas vulkanisme yang dilaporkan.

Sementara itu, pemantauan titik panas berdasarkan sensor satelit yang tercantum dalam laporan menunjukkan nihil titik panas di wilayah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan melalui Pusdalops dan TRC akan terus memantau perkembangan situasi selama 24 jam serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kekurangan air bersih, menghemat penggunaan air, menjaga sumber air dan segera menyampaikan informasi kepada pemerintah desa atau BPBD apabila kondisi ketersediaan air semakin menurun.

BPBD Kabupaten Pasuruan berkomitmen memastikan penanganan kekeringan dilakukan secara cepat, terukur dan berkelanjutan, dengan menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian penting dalam respons kebencanaan.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini