PASURUAN â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Bromo, Kecamatan Tosari. Kebakaran yang berada di wilayah Desa Wonokitri tersebut menjadi kejadian menonjol dalam pemantauan kebencanaan Kabupaten Pasuruan selama periode Minggu, 9 Agustus 2026 hingga Senin, 10 Agustus 2026.
Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan, kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah titik kawasan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, yakni Wilayah Argowulan, Lembah Tatal dan Lembah Dingklik. Pada laporan shift pertama, kejadian di Lembah Tatal dan Lembah Dingklik tercatat dalam pemantauan BPBD, sementara laporan shift kedua mencatat tiga lokasi yang menjadi perhatian penanganan.
Dalam laporan Pusdalops, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Namun, dampak kejadian sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan menutup akses jalan menuju Lautan Pasir Bromo. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Bromo merupakan kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dan wisata yang cukup tinggi.
TRC BPBD Turun Langsung ke Lokasi
Menindaklanjuti laporan kebakaran, BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah yang dilakukan meliputi pelaporan kepada pimpinan, koordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Trantib Kecamatan Tosari, serta memberangkatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.
Pada perkembangan berikutnya, TRC BPBD Kabupaten Pasuruan kembali melakukan asesmen dan penanganan terhadap lokasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan serta mengantisipasi kemungkinan masih adanya titik api atau bara yang berpotensi kembali menyala.
Dokumentasi lapangan menunjukkan personel berada di area yang terdampak kebakaran dengan kondisi vegetasi yang telah terbakar dan masih terdapat asap. Petugas melakukan penanganan secara langsung dengan memperhatikan keselamatan personel mengingat karakter medan yang berada di kawasan pegunungan.
Tidak Ada Hotspot Satelit, Pemantauan Lapangan Tetap Diperkuat
Berdasarkan pemantauan sistem SiPongi+, pada periode laporan tidak terdeteksi titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pemantauan tersebut menggunakan data sensor MODIS dari satelit Terra/Aqua, SNPP dan NOAA20.
Meski demikian, nihilnya hotspot satelit tidak membuat kewaspadaan terhadap karhutla dihentikan. BPBD tetap mengandalkan pemantauan langsung di lapangan, terutama pada lokasi yang sebelumnya telah mengalami kebakaran.
Hal ini penting untuk memastikan tidak terdapat bara atau sisa titik api yang berpotensi berkembang kembali. Pemantauan lapangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kawasan benar-benar aman setelah proses penanganan.
Gunung Bromo Masih Berstatus Level II
Di sisi lain, kondisi Gunung Bromo berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih berada pada Level II atau Waspada. Sementara itu, Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal.
Laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan juga menyebutkan tidak terdapat peningkatan aktivitas vulkanisme pada gunung api yang dipantau.
Dengan kondisi tersebut, BPBD tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas penanganan maupun pemantauan di kawasan Bromo. Koordinasi dengan pengelola kawasan TNBTS menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan penanganan berjalan aman dan terkoordinasi.
Cuaca Cerah, Kewaspadaan Karhutla Tetap Diperlukan
Faktor cuaca juga menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla. Prakiraan cuaca Kabupaten Pasuruan untuk 10-12 Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang secara umum didominasi cerah dan cerah berawan, dengan kisaran suhu sekitar 18-30 derajat Celsius.
Kondisi cerah memang mendukung kegiatan asesmen dan operasi lapangan. Namun, pada saat yang sama, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena kawasan dengan vegetasi kering dapat lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.
Karena itu, BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca secara mendadak sekaligus peningkatan pengawasan terhadap kawasan yang rawan kebakaran.
Kondisi Sungai dan Perairan Relatif Aman
Di luar kejadian karhutla, kondisi kebencanaan Kabupaten Pasuruan secara umum relatif terkendali.
Sejumlah aliran sungai dan DAS yang dipantau BPBD berada dalam kondisi normal. Tidak terdapat laporan kejadian banjir maupun luapan sungai yang menonjol selama periode pemantauan.
Kondisi perairan Pasuruan juga relatif aman. Prakiraan menunjukkan tinggi gelombang sekitar 0,50 hingga 1,10 meter, dengan klasifikasi tenang hingga rendah, sementara peringatan dini gelombang tinggi dilaporkan nihil.
Shift Malam Tidak Ada Kejadian Baru
Memasuki periode Minggu malam hingga Senin pagi, Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat tidak terdapat kejadian bencana baru.
Meskipun demikian, kejadian karhutla di kawasan Tosari tetap menjadi bagian dari pemantauan karena diperlukan asesmen dan monitoring terhadap kondisi pascakebakaran.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi kebencanaan Kabupaten Pasuruan secara umum relatif terkendali, sementara fokus operasional diarahkan pada memastikan penanganan karhutla benar-benar tuntas dan tidak terjadi penyalaan kembali.
BPBD Perkuat Kesiapsiagaan
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat, khususnya warga maupun pengunjung kawasan pegunungan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api di kawasan rawan karhutla, termasuk membuang benda yang dapat memicu kebakaran serta melakukan pembakaran secara sembarangan.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran kepada aparat maupun BPBD sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Penanganan karhutla di kawasan Bromo membutuhkan kolaborasi lintas sektor. BPBD Kabupaten Pasuruan terus berkoordinasi dengan TNBTS, Trantib Kecamatan Tosari dan unsur terkait lainnya untuk memastikan kejadian dapat ditangani secara efektif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, SE., MM. menekankan pentingnya kewaspadaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki karakteristik medan pegunungan dan vegetasi yang mudah terbakar.
âKami terus melakukan pemantauan dan memastikan penanganan di lokasi berjalan dengan baik. Karhutla di kawasan Bromo menjadi perhatian karena selain menyangkut keselamatan lingkungan, juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan akses menuju kawasan wisata. Kami berkoordinasi dengan TNBTS, Trantib Tosari dan unsur terkait untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mengantisipasi munculnya kembali titik api,â ujar Sugeng.
Menurutnya, penanganan kebakaran tidak berhenti ketika api terlihat padam. Pemeriksaan dan pemantauan pascakebakaran tetap diperlukan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
âKami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di kawasan yang vegetasinya kering. Jika menemukan asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditangani lebih cepat. Prinsip kami adalah pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah api meluas,â lanjutnya.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam upaya pencegahan bencana dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta melaporkan setiap indikasi kejadian secara cepat.
Situasi Terkini
Secara keseluruhan, situasi kebencanaan Kabupaten Pasuruan hingga Senin pagi, 10 Agustus 2026, masih dalam kondisi relatif terkendali. Tidak terdapat kejadian bencana baru pada shift malam, tidak terpantau hotspot satelit, kondisi DAS normal, serta tidak terdapat peringatan gelombang tinggi.
Namun, karhutla di kawasan Bromo, Kecamatan Tosari, tetap menjadi prioritas pemantauan. BPBD bersama unsur terkait akan terus melakukan asesmen, monitoring dan koordinasi untuk memastikan kawasan terdampak berada dalam kondisi aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun melaporkan kejadian kebencanaan dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan yang siaga 24 jam.
Komentar (0)