Pasuruan, 3 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau tahun 2026. Selain melaksanakan distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan, BPBD juga melakukan kaji cepat potensi kekeringan di Kecamatan Pasrepan guna memetakan kondisi lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan periode 2 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, terdapat dua wilayah yang mengalami kekeringan, yakni Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, dan Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang. Sebanyak 654 Kepala Keluarga (KK) terdampak berkurangnya ketersediaan air bersih, terdiri dari 187 KK di Kecamatan Winongan dan 467 KK di Kecamatan Lumbang.
Sebagai bentuk penanganan darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan telah mendistribusikan masing-masing dua ritase air bersih ke kedua wilayah tersebut guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Selain kekeringan, BPBD juga menerima laporan satu kejadian cuaca ekstrem di Dusun Tegalan, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang. Kejadian yang dipicu hujan lebat tersebut menyebabkan bagian atap sebuah rumah warga ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
Sebagai langkah mitigasi, Tim Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (DarLog-RR) BPBD Kabupaten Pasuruan melaksanakan kaji cepat potensi kekeringan di Desa Petung dan Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan.
Hasil kaji lapangan menunjukkan bahwa potensi kekeringan di Kecamatan Pasrepan masih bersifat lokal. Di Desa Petung, kekurangan air bersih mulai dirasakan masyarakat Dusun Precet bagian atas, khususnya RT 01 RW 06 dan RT 01 RW 07. Kondisi tersebut bukan disebabkan mengeringnya sumber air, melainkan karena lokasi permukiman berada di ujung jaringan distribusi dari Sumber Mata Air Sebrot sehingga pasokan air yang diterima masyarakat menurun selama musim kemarau.
BPBD memperkirakan kebutuhan distribusi air bersih di wilayah tersebut masih relatif terbatas, yakni sekitar satu ritase setiap dua hingga tiga hari. Selain itu, hasil kaji juga merekomendasikan penyediaan tujuh unit tandon Profil Tank berkapasitas 1.200 liter sebagai sarana penunjang distribusi air bersih di Desa Petung.

Sementara itu, hasil kaji di Dusun/Kampung Krembeng, Desa Pasrepan, menunjukkan kondisi yang berbeda. Wilayah tersebut telah memperoleh pelayanan jaringan distribusi air bersih dari PDAM sehingga kebutuhan masyarakat masih terpenuhi selama sistem distribusi berjalan normal. Berdasarkan hasil kaji lapangan, wilayah tersebut direkomendasikan untuk dihapus (de-listing) dari daftar wilayah rawan kekeringan Kabupaten Pasuruan Tahun 2026.

Di sisi lain, pemantauan kondisi alam menunjukkan situasi relatif aman. Seluruh daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Pasuruan berada pada kondisi normal, tidak ditemukan titik panas (hotspot), serta aktivitas vulkanik Gunung Bromo tetap berada pada Level II (Waspada) dan Gunung Arjuno-Welirang pada Level I (Normal). BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode pelaporan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.
"Musim kemarau mulai berdampak pada beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan. BPBD terus melakukan pemantauan, distribusi air bersih, serta kaji cepat untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat sasaran. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat serta segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujar Sugeng Hariyadi, SE., MM.
BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan monitoring wilayah rawan kekeringan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan instansi terkait, serta memastikan pelayanan distribusi air bersih tetap berjalan selama musim kemarau guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Komentar (0)