Pasuruan, 21 Juni 2026 â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melalui Pusdalops melaporkan bahwa situasi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB terpantau aman dan terkendali.
Berdasarkan hasil pemantauan, tidak terdapat laporan kejadian bencana maupun kejadian lain-lain selama periode tersebut. Pemantauan juga menunjukkan tidak adanya titik panas di wilayah Kabupaten Pasuruan berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi+.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Pada Sabtu siang, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Puspo, Lumbang, Tosari, Purwodadi, Tutur, dan Nguling. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pohon tumbang, longsor, serta gangguan akses jalan terutama di wilayah perbukitan dan pegunungan.
Untuk prakiraan cuaca tiga hari ke depan, wilayah Kabupaten Pasuruan diperkirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar antara 21 hingga 30 derajat Celsius. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru dari instansi terkait.
Dalam pemantauan aktivitas gunung api, status Gunung Bromo masih berada pada Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal. Selama periode laporan, tidak terdapat peningkatan aktivitas vulkanisme. Masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Bromo diimbau tetap mematuhi rekomendasi dan ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, kondisi perairan Pasuruan terpantau relatif aman. Tinggi gelombang berkisar antara 0,40 hingga 0,50 meter dengan klasifikasi tenang dan tidak terdapat peringatan dini gelombang tinggi. Nelayan serta pengguna jasa perairan tetap diminta memperhatikan kondisi cuaca dan angin sebelum melakukan aktivitas di laut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kondisi yang relatif aman tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
âKami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, pohon tumbang, dan kawasan sekitar lereng gunung. Apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang, masyarakat diharapkan segera menghindari pohon besar, tebing, maupun saluran air yang berpotensi membahayakan,â ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Pasuruan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, aktivitas gunung api, titik panas, serta informasi dari masyarakat melalui komunikasi radio dan media sosial.
âMasyarakat diharapkan segera melaporkan kepada perangkat desa, kecamatan, atau BPBD apabila menemukan potensi maupun kejadian bencana, agar dapat segera dilakukan penanganan,â tambahnya.
BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan melalui informasi cuaca, pantauan titik panas, komunikasi radio, serta media sosial untuk memastikan setiap potensi kejadian dapat direspons secara cepat dan tepat.
Komentar (0)