Banjir Rendam 10 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Ribuan KK Terdampak - Kabupaten Pasuruan

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Ribuan KK Terdampak

48x dibaca    2026-03-30 12:00:00    Administrator

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Ribuan KK Terdampak

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan pada Selasa (25/3/2026) dini hari menyebabkan ribuan warga terdampak. Berdasarkan data PUSDALOPS BPBD, sedikitnya 10 kecamatan dilaporkan mengalami banjir dengan total sekitar 6.650 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 21 ribu jiwa terdampak.

Wilayah dengan dampak terbesar tercatat berada di Kecamatan Beji, Winongan, dan Bangil.

Di Kecamatan Beji, banjir berdampak pada sekitar 1.430 KK atau 4.290 jiwa. Genangan tertinggi terjadi di Desa Kedungringin, khususnya di Dusun Gersikan dan Bahrowo dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 120 sentimeter. Selain itu, ratusan rumah di Dusun Kedungringin Selatan, Kedungringin Tengah, dan Pasinan juga turut terendam.

Sementara itu di Kecamatan Winongan, sebanyak 1.318 KK atau 3.954 jiwa terdampak. Banjir merendam sejumlah desa seperti Menyarik, Mendalan, Gading, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, Penataan, dan Bandaran. Di beberapa titik seperti Dusun Penataan RW 2, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1 meter.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bangil dengan 1.276 KK atau 3.828 jiwa terdampak. Banjir paling banyak terjadi di Kelurahan Kalianyar, Satak, dan Bandaran dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Genangan juga dilaporkan mengganggu aktivitas di Jalan Raya Kalianyar.

Di Kecamatan Rejoso, banjir berdampak pada sekitar 963 KK atau 2.889 jiwa. Wilayah terparah berada di Desa Sadengrejo, khususnya Dusun Sadeng yang mengalami genangan hingga 150 sentimeter. Sebanyak 50 KK sempat mengungsi ke balai desa. Selain itu, 25 KK dari Dusun Raket di Desa Kawisrejo juga sempat mengungsi akibat genangan mencapai sekitar 110 sentimeter.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Gondangwetan dengan total 610 KK terdampak. Di Desa Tenggilis, sebanyak 195 warga sempat mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi karena rumah mereka terendam air.

Selain lima kecamatan tersebut, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Grati, Kraton, Pohjentrek, Kejayan, dan Pasrepan. Beberapa wilayah di kecamatan tersebut dilaporkan mulai berangsur surut, meskipun masih menyisakan genangan di sejumlah dusun.

Hingga hari ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak telah mulai surut. Para pengungsi yang sebelumnya berada di balai desa maupun rumah kerabat kini telah kembali ke rumah masing-masing. Aktivitas warga di sejumlah desa juga mulai pulih, meski masyarakat masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sisa genangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas cepatnya penanganan banjir, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, hingga distribusi logistik kepada masyarakat terdampak. BNPB menilai koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat berjalan baik sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Sebagai bentuk penghargaan atas kesiapsiagaan dan penanganan bencana di daerah, BNPB juga berencana memberikan bantuan berupa kendaraan operasional kepada BPBD Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat penanganan bencana ke depan. Bantuan kendaraan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilisasi personel dan distribusi logistik saat terjadi bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini