Pasuruan, 4 Mei 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa tren kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih cukup tinggi.
Berdasarkan analisa laporan Pusdalops periode 2-4 Mei 2026, kejadian bencana didominasi oleh tanah longsor di wilayah Pasrepan dan Tutur serta pohon tumbang di Gempol akibat cuaca dan faktor lainnya. Seluruh kejadian tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak pada gangguan akses jalan dan kerusakan ringan infrastruktur.
Memasuki tanggal 3 hingga 4 Mei 2026, tidak tercatat kejadian bencana baru. Namun, peringatan dini cuaca masih menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE, MM, menyampaikan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kejadian susulan.
âTren kejadian memang menurun, namun potensi masih ada. Masyarakat di wilayah rawan longsor tetap harus siaga, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,â ujarnya.
BPBD mengidentifikasi wilayah seperti Tutur, Pasrepan, dan Prigen sebagai zona rawan longsor yang perlu mendapat perhatian selama bulan Mei. Proyeksi ke depan menunjukkan potensi bencana masih didominasi oleh tanah longsor, pohon tumbang, dan kemungkinan banjir lokal.

Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat agar:
BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli wilayah rawan, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini