Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan kunjungan edukatif bagi siswa pada Jumat, 17 April 2026 mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari tingkat RA, TK, hingga SD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Sebanyak 195 siswa turut serta dalam kegiatan ini dengan didampingi 36 guru dan pendamping. Adapun peserta berasal dari RA Abu Amr Pasrepan (32 siswa dan 5 guru), TK Nurul Ilmu Bangil (56 siswa dan 11 pendamping), serta SD Muhammadiyah Bangil (107 siswa dan 20 pendamping).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi pengenalan berbagai jenis bencana seperti banjir, gempa bumi, serta tanda-tanda awal terjadinya bencana. Selain itu, BPBD juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi sederhana evakuasi serta pengenalan peralatan kebencanaan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE, MM, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat.
âMelalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan pengetahuan yang tepat, mereka dapat melindungi diri sendiri dan membantu orang di sekitarnya,â ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam mendampingi anak-anak memahami risiko bencana.
âKami berharap sinergi antara BPBD, sekolah, dan orang tua dapat terus ditingkatkan agar memiliki persepsi yg sama tentang pengawasan anak terutama terhadap bencana, sehingga upaya pengurangan risiko bencana bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,â tambahnya.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat berbasis pendidikan sejak dini.
âSecara strategis, BPBD mendorong pengarusutamaan pengurangan risiko bencana melalui jalur pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan yang terstruktur, mulai dari pengenalan risiko, latihan evakuasi, hingga pembentukan budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah dan keluarga,â jelasnya.

BPBD berharap melalui kegiatan edukasi ini, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini