Pasuruan - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan menyebabkan terjadinya tanah longsor di Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasuruan, longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor dengan panjang kurang lebih 4 meter menutup akses jalan desa, sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE, MM, menyampaikan bahwa kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti.
âAlhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun akses jalan sempat terganggu akibat material longsor yang menutup badan jalan,â ujarnya.

Ia menambahkan, pihak BPBD bersama aparat kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat setempat segera melakukan penanganan darurat melalui kerja bakti untuk membersihkan material longsor.
âKami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pembersihan agar akses jalan bisa segera normal kembali. Ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan sinergi yang baik di tingkat lokal,â tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca, wilayah Kabupaten Pasuruan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang di sejumlah kecamatan.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti daerah lereng dan perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda potensi bencana.
Selain kejadian longsor tersebut, pemantauan BPBD menunjukkan tidak adanya aktivitas peningkatan gunung api, titik panas, maupun gelombang tinggi di wilayah Pasuruan selama periode laporan.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun instansi terkait guna meminimalisir risiko bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini