PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

HUJAN LEBAT PICU BANJIR, LONGSOR, DAN ANGIN KENCANG DI SEJUMLAH WILAYAH KABUPATEN PASURUAN

HUJAN LEBAT PICU BANJIR, LONGSOR, DAN ANGIN KENCANG DI SEJUMLAH WILAYAH KABUPATEN PASURUAN

Pasuruan, 20 Mei 2026 - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan pada Selasa malam (19/5) menyebabkan sejumlah kejadian bencana di beberapa kecamatan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pasuruan, tercatat tujuh kejadian berupa banjir genangan, tanah longsor, dan angin kencang selama periode pemantauan pukul 19.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Mayoritas kejadian dipicu hujan lebat di wilayah hulu dengan durasi sekitar dua jam yang mengakibatkan luapan sungai serta daerah aliran sungai (DAS) di beberapa wilayah.

Di Kecamatan Purwosari, tanah longsor terjadi di Dusun Canggi, Desa Sekarmojo pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Longsor mengakibatkan plengsengan jembatan ambrol yang menjadi akses penghubung menuju Desa Tejowangi. Kerusakan tercatat pada tembok penahan tanah sepanjang 6 meter dengan kedalaman sekitar 4 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Selain itu, banjir genangan terjadi di Kecamatan Purwosari, Pandaan, Bangil, Pohjentrek, dan Kraton akibat luapan sungai maupun meluapnya DAS Kedunglarangan dan DAS Welang. Sejumlah wilayah permukiman dan akses jalan terdampak, dengan ketinggian genangan bervariasi mulai 20 sentimeter hingga mencapai 90 sentimeter di beberapa titik Kecamatan Kraton.

Kejadian cuaca ekstrem juga memicu angin kencang di Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton. Sebuah pohon tumbang menimpa warga yang sedang melintas. Korban atas nama Supaat mengalami luka sedang dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bangil.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi, asesmen lapangan, serta pemantauan intensif bersama perangkat desa, pemerintah kecamatan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

"Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu menyebabkan peningkatan debit sungai yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. BPBD bersama unsur terkait telah melakukan asesmen, koordinasi, dan monitoring lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak serta percepatan penanganan di lokasi kejadian," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan.

Kalaksa BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, maupun kawasan dengan potensi longsor dan pohon tumbang.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang. Apabila terjadi peningkatan debit sungai, pergerakan tanah, ataupun kondisi darurat lainnya, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," tambahnya.


Hingga Rabu pagi, sebagian besar genangan dilaporkan mulai surut. BPBD Kabupaten Pasuruan tetap melakukan pemantauan perkembangan situasi guna mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan akibat faktor cuaca maupun kondisi daerah aliran sungai. 

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini