PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Cuaca Ekstrem Sebabkan Rumah Rusak di Wonorejo, BPBD Pasuruan Pastikan Kondisi Wilayah Tetap Kondusif

Cuaca Ekstrem Sebabkan Rumah Rusak di Wonorejo, BPBD Pasuruan Pastikan Kondisi Wilayah Tetap Kondusif

Pasuruan, 23 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat satu kejadian bencana akibat cuaca ekstrem selama periode pemantauan Rabu-Kamis, 22-23 Juli 2026 pukul 19.00-07.00 WIB. Meski demikian, secara umum kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan masih terpantau aman dan terkendali.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (22/7) sekitar pukul 17.30 WIB di Dusun Karangjati RT 02 RW 03, Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo. Angin kencang mengakibatkan bagian belakang atau dapur rumah milik Satiman roboh. Beruntung tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. BPBD Kabupaten Pasuruan bersama perangkat desa segera melakukan koordinasi dan pendataan sebagai langkah awal penanganan.

Selain kejadian tersebut, hasil pemantauan Pusdalops BPBD menunjukkan tidak terdapat kejadian bencana lain yang signifikan. Kondisi cuaca di Kabupaten Pasuruan didominasi cerah pada pagi hingga sore hari, sedangkan malam hari terjadi udara kabur. Curah hujan nihil, sehingga tidak ditemukan potensi banjir maupun genangan selama periode pelaporan.

Pemantauan terhadap enam daerah aliran sungai (DAS), yakni DAS Wrati, Kedunglarangan, Welang, Petung, Rejoso, dan Lawean juga menunjukkan seluruhnya berada pada kondisi normal. Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih berada pada Level II (Waspada), sedangkan Gunung Arjuno-Welirang tetap Level I (Normal) tanpa adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Di sisi lain, hasil pemantauan satelit juga tidak menemukan adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Di wilayah pesisir, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,70-0,80 meter dengan kategori rendah serta tidak terdapat peringatan dini gelombang tinggi. Kondisi tersebut dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran dan nelayan, meskipun masyarakat tetap diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM, mengimbau masyarakat agar tidak lengah meskipun kondisi cuaca secara umum terlihat cerah.

"Masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama angin kencang pada sore hingga malam hari. Kami juga mengajak masyarakat untuk memastikan kondisi atap rumah, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian kebencanaan agar dapat ditangani dengan cepat," ujar Sugeng Hariyadi.

BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan monitoring wilayah selama 24 jam melalui Pusdalops, berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, pemerintah kecamatan, desa, serta relawan kebencanaan untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi sedini mungkin. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi BPBD Kabupaten Pasuruan dan segera menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan atau layanan darurat 112 apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini