Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode 8-10 Mei 2026. Berdasarkan laporan harian Pusdalops BPBD, kondisi wilayah secara umum terpantau aman dan terkendali, meskipun terdapat beberapa kejadian yang dipicu faktor cuaca dan kondisi lingkungan.
Salah satu kejadian yang tercatat yakni pohon tumbang di Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil pada Jumat (8/5/2026). Kejadian tersebut disebabkan gerusan galian gorong-gorong air yang mengakibatkan pohon tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Selain itu, pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB terjadi tanah longsor di Dusun Kejoren, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi akibat hujan dengan intensitas lebat. Longsor menyebabkan kerusakan pada bibir jalan dan jembatan penghubung antar dusun dengan panjang kerusakan sekitar lima meter. Material longsor berupa tanah dan rumpun bambu juga berpotensi menyumbat aliran sungai di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., menyampaikan bahwa meskipun tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

âPerubahan cuaca yang terjadi saat ini masih berpotensi memicu bencana seperti longsor, pohon tumbang, maupun genangan lokal, khususnya di wilayah rawan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila terdapat kondisi yang membahayakan,â ujarnya.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, aktivitas gunung api, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data pemantauan, aktivitas Gunung Bromo masih berada pada status Waspada (Level II), sedangkan Gunung Arjuno-Welirang berada pada status Normal (Level I). Sementara itu, pantauan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Pasuruan dilaporkan nihil.
Di sektor kelautan, kondisi gelombang laut Perairan Pasuruan masih berada pada kategori tenang hingga rendah dengan tinggi gelombang berkisar 0,30 hingga 1,00 meter sehingga aktivitas perairan relatif aman.
Sugeng Hariyadi, SE., MM. menambahkan bahwa BPBD bersama unsur terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi kejadian bencana sewaktu-waktu.
âKami meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah perbukitan, bantaran sungai, maupun kawasan dengan pepohonan besar, untuk selalu berhati-hati saat terjadi hujan deras dan angin kencang,â tambahnya.

BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca resmi dan menjaga lingkungan sekitar guna meminimalisir risiko terjadinya bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini