PUBLIKASI

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Dampak Laka Lantas, Kondisi Kebencanaan Tetap Terkendali

BPBD Kabupaten Pasuruan Tangani Dampak Laka Lantas, Kondisi Kebencanaan Tetap Terkendali

Pasuruan, 29 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode Selasa, 28 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 29 Juli 2026 pukul 07.00 WIB secara umum dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak terdapat kejadian bencana baru pada laporan shift malam, sementara pada shift pagi BPBD melakukan penanganan terhadap dampak cuaca ekstrem serta asesmen kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerusakan rumah warga.

Pada laporan shift pagi, BPBD menerima laporan dampak cuaca ekstrem di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, berupa beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan atap akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sebelumnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak kecamatan untuk proses pendataan serta verifikasi kerusakan.

Selain itu, BPBD juga melaksanakan asesmen terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, yang mengakibatkan delapan rumah warga mengalami kerusakan setelah sebuah kendaraan menabrak bangunan di sepanjang Jalan Raya Surabaya-Malang. Dalam penanganannya, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait, melakukan asesmen lapangan, serta menyalurkan bantuan kedaruratan kepada masyarakat terdampak. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops BPBD pada periode malam hingga pagi, tidak terdapat laporan kejadian bencana maupun musibah lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini menunjukkan situasi yang relatif kondusif meskipun monitoring tetap dilakukan secara intensif selama 24 jam.

Dari aspek meteorologi, prakiraan cuaca didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Pasuruan. Seluruh daerah aliran sungai (DAS) utama seperti DAS Wrati, Kedunglarangan, Welang, Petung, Rejoso, dan Lawean berada dalam kondisi normal sehingga risiko banjir masih rendah. Selain itu, tidak ditemukan titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan satelit, sedangkan aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih berada pada Level II (Waspada) sesuai rekomendasi PVMBG.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengatakan bahwa meskipun kondisi cuaca saat ini relatif kondusif, masyarakat tidak boleh lengah terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Secara umum kondisi kebencanaan di Kabupaten Pasuruan masih terkendali. Namun demikian, kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. BPBD bersama Pusdalops terus melakukan pemantauan selama 24 jam, baik terhadap kondisi cuaca, debit sungai, aktivitas gunung api maupun laporan kejadian dari masyarakat. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujar Sugeng Hariyadi.

Ia menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, PVMBG, pemerintah kecamatan, desa, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, terutama pada masa peralihan musim.

BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Apabila terjadi keadaan darurat atau ditemukan potensi bencana, masyarakat dapat segera menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan yang siaga melayani selama 24 jam, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini