Pasuruan, 22 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) melaporkan bahwa kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode Selasa, 21 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 22 Juli 2026 pukul 07.00 WIB berada dalam keadaan aman dan terkendali. Selama periode pemantauan tersebut tidak terdapat kejadian bencana maupun kejadian menonjol yang berdampak signifikan terhadap masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring BPBD, kondisi cuaca di Kabupaten Pasuruan didominasi cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 19-31 derajat Celsius. Curah hujan tercatat nihil dan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan cuaca secara tiba-tiba yang lazim terjadi pada masa peralihan musim.
Pemantauan terhadap enam Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Wrati, Kedunglarangan, Rejoso, Welang, Petung, dan Lawean, menunjukkan seluruhnya berada dalam kondisi normal. Kondisi ini mengindikasikan tidak adanya peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir maupun luapan sungai.
Di sektor vulkanologi, BPBD mencatat aktivitas Gunung Bromo masih berada pada Status Level II (Waspada) sesuai informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sedangkan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang tetap berada pada Status Level I (Normal). Selama periode pelaporan tidak ditemukan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang mengarah pada ancaman bagi masyarakat.
Selain itu, hasil pemantauan titik panas (hotspot) menggunakan satelit MODIS, Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA20 menunjukkan tidak terdapat hotspot di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, kondisi perairan Pasuruan juga relatif aman dengan tinggi gelombang berkisar 0,50-0,60 meter dan tidak ada peringatan dini gelombang tinggi sehingga aktivitas pelayaran dan nelayan masih dapat berlangsung secara normal.
Meski tidak terdapat kejadian bencana, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap melaksanakan kegiatan monitoring wilayah selama 24 jam. Pada Shift Pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) juga melakukan asesmen terhadap korban tertimpa pohon tumbang di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo sebagai bentuk pelayanan cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., menyampaikan bahwa situasi yang kondusif tidak boleh mengurangi kewaspadaan seluruh pihak.
"Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi Kabupaten Pasuruan relatif aman dan tidak terdapat kejadian bencana yang menonjol. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim. BPBD bersama Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk memastikan setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat," ujar Sugeng Hariyadi.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana seperti pohon rawan tumbang, kenaikan debit sungai, maupun kejadian darurat lainnya melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan atau layanan darurat 112, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat guna meminimalkan risiko bagi masyarakat.
Komentar (0)