Pasuruan, 20 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan selama periode Minggu, 19 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB secara umum berada dalam kondisi aman dan terkendali. Meskipun demikian, BPBD tetap melakukan penanganan terhadap satu kejadian kekeringan yang terjadi di Kecamatan Pasrepan.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan, kejadian kekeringan terjadi di Dusun Karang Pocok, Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan. Berkurangnya ketersediaan air bersih akibat awal musim kemarau menyebabkan 326 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Sebagai langkah cepat penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan telah mendistribusikan dua ritase air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Hingga periode laporan malam hari, tidak terdapat kejadian bencana maupun musibah lainnya di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi kebencanaan masih relatif kondusif berkat pemantauan dan kesiapsiagaan yang terus dilakukan oleh BPBD bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dari aspek meteorologi, prakiraan cuaca didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan tanpa adanya peringatan dini cuaca ekstrem. Seluruh daerah aliran sungai (DAS) utama seperti DAS Wrati, Kedunglarangan, Welang, Petung, Rejoso, dan Lawean juga berada dalam kondisi normal, sehingga potensi banjir masih tergolong rendah. Di sisi lain, kondisi cuaca cerah yang berlangsung secara berkelanjutan perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko meluasnya kekeringan di sejumlah wilayah rawan.
Pemantauan aktivitas gunung api juga menunjukkan kondisi stabil. Gunung Bromo masih berada pada Level II (Waspada), sedangkan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang berada pada Level I (Normal) sesuai informasi dari PVMBG. Selain itu, hasil pemantauan satelit MODIS Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA20 tidak mendeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Pasuruan, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan masih relatif rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM, mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.
"Meskipun kondisi cuaca saat ini relatif cerah dan situasi kebencanaan secara umum masih terkendali, masyarakat perlu mulai melakukan penghematan penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran lahan. BPBD akan terus melakukan pemantauan, distribusi air bersih apabila diperlukan, serta memastikan pelayanan kebencanaan tetap berjalan optimal selama 24 jam."
BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kekeringan, kebakaran lahan, maupun kondisi darurat lainnya melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dengan sistem pemantauan yang aktif serta koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, BPBD Kabupaten Pasuruan berkomitmen menjaga kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau tahun 2026.
Komentar (0)