Pasuruan, 25 Juli 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan kondisi kebencanaan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops BPBD periode Jumat, 24 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, situasi secara umum masih dalam kondisi kondusif, meskipun terdapat kejadian kekeringan di Kecamatan Winongan dan dampak angin kencang di Kecamatan Kejayan.
Pada periode siang hingga sore hari, BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan bencana kekeringan di Dusun Sumbertelur, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan. Awal musim kemarau menyebabkan menurunnya ketersediaan air bersih sehingga berdampak terhadap 231 Kepala Keluarga (KK). Sebagai langkah penanganan darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menyalurkan air bersih sebanyak empat ritase guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Sementara itu, pada laporan malam hingga dini hari tercatat kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Dusun Menyeng, Desa Linggo, Kecamatan Kejayan mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta melaporkan kejadian kepada pimpinan untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Hasil pemantauan Pusdalops juga menunjukkan kondisi hidrologi di seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) utama Kabupaten Pasuruan, yakni DAS Wrati, Kedunglarangan, Rejoso, Welang, Petung, dan Lawean, masih berada dalam status normal. Selain itu, tidak terdeteksi titik panas (hotspot), tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, dan tinggi gelombang laut di perairan Pasuruan masih berada pada kategori rendah. Aktivitas vulkanik Gunung Bromo tetap berada pada Level II (Waspada), sedangkan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang berada pada Level I (Normal).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, SE., MM., mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana pada musim kemarau.
"Memasuki musim kemarau, potensi kekeringan di beberapa wilayah mulai meningkat sehingga masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Di sisi lain, meskipun cuaca didominasi cerah, potensi angin kencang yang terjadi secara lokal masih dapat muncul sewaktu-waktu. BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan monitoring wilayah, distribusi air bersih, serta memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian kebencanaan," ujar Sugeng Hariyadi.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD, menjaga kesiapsiagaan lingkungan, serta segera menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Pasuruan apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Komentar (0)